jakaduriat
Active Member
- Credits
- 0
Gas untuk Eropa sebagai proyek bisnis global
⠀Harga gas alam di Eropa sedang mencoba untuk turun: aplikasi untuk mengirim bahan bakar melalui Velké Kapusany telah meningkat sebesar 36%, tetapi situasi keseluruhan tetap tegang. Akhirnya, Biden berhasil menyepakati pertemuan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Minggu depan di Washington, para pemimpin negara bagian akan membahas skema pasokan LNG jika terjadi potensi kekurangan operator energi. AS akan berusaha mendapatkan jaminan tambahan pasokan gas ke Uni Eropa jika jalur pengangkutan bahan baku Rusia bermasalah.
⠀
Saat ini, Qatar menjual sekitar 5% dari ekspornya ke EU dan menjual 75% di kawasan Asia. Negara ini telah memiliki komitmen global untuk pasokan LNG, misalnya, perjanjian dengan Sinopec (2 juta ton/tahun), Shell (1 juta ton/tahun) dan kontrak yang sangat "baru" dengan CNOOC untuk pasokan 3,5 juta ton per tahun selama 15 tahun.
⠀
Cadangan negara untuk peningkatan pasokan kecil, sehingga untuk saat ini Qatar tidak terburu-buru untuk mengerahkan kapal tankernya dari Asia ke Eropa. Meski demikian, dengan mediasi Amerika Serikat, pihaknya akan mampu menambah 20-40 miliar meter kubik ke pasar Eropa dalam format LNG. Negosiasi serupa sedang berlangsung dengan pemasok gas lain, seperti Australia, tetapi sejauh ini tidak berhasil.
⠀
Jauh lebih sulit untuk menjamin peningkatan pasokan yang mendesak daripada yang strategis, tetapi situasi peningkatan permintaan saat ini masih dianggap anomali. Masalahnya diperparah oleh fakta bahwa tidak ada cukup terminal di Eropa untuk menerima LNG.
⠀
Jika Qatar masuk ke skema seperti itu, maka ia mengandalkan kontrak tambahan untuk ekspor ke EU, sehingga persaingan antara konsumen Asia dan Eropa semakin intensif. Dan dalam kondisi seperti itu, harga pasar hanya naik.
⠀
Profit untuk anda semua!
Hormat kami,
ForexChief
Facebook ForexChief Indonesia
Twitter ForexChief Indonesia
Instagram ForexChief Indonesia







